Make your own free website on Tripod.com

Idustri asuransi, baik asuransi kerugian maupun asuransi jiwa, memiliki prinsip-prinsip yang menjadi pedoman bagi seluruh penyelenggaraan kegiatan perasuransian dimanapun berada.

Insurable Interest (kepentingan yang dipertanggungkan)

Anda dikatakan memiliki kepentigan atas obyek yang diasuransikan apabila Anda menderita kerugian keuangan seandainya terjadi musibah yang menimbulkan kerugian atau kerusakan atas obyek tersebut. kepentingan keuangan ini memungkinkan Anda mengasuransikan harta benda atau kepentingan Anda.

Apabila terjadi musibah atas obyek yang diasuransikan dan terbukti bahwa Anda tidak memiliki kepentingan keuangan atas obyek tersebut, maka Anda tiak berhak menerima ganti rugi.

Utmost Good Faith (kejujuran sempurna)

Ynag dimaksudkan adalah bahwa anda berkewajiban memberitahukan sejelas-jelasnya dan teliti mengenai segala fakta-fakta pentig yang berkaitan dengan obyek yang diasuransikan. Prinsip inipun berlaku untuk kami, yaitu kami berkewajiban untuk menjelaskan risiko-risiko yang dijamin maupun yang dikecualikan, segala persyaratan dan kondisi pertanggungan secara jelas serta teliti. Kewajiban untuk memberikan fakta-dakta tersebut berlaku :

sejak perjanjian mengenai perjanjian asuransi dibicarakan sampai kontrak asuransi selesai dibuat, yaitu pada saat kami menyetujui kontrak tersebut.

pada saat perpanjangan kontrak asuransi

pada saat perubahan pada kontrak asuransi dan mengenai hal-hal yang ada kaitannya dengan perubahan-perubahan itu.

 

Indeminity (indeminitas)

Apabila obyek yang diasuransikan terkena musibah sehingga menimbulkankerugian maka kami akan memberi ganti rugi untuk mengembalikan posisi keuangan Anda setelah terjadi kerugian. Dengan demikian Anda tidak berhak memperoleh ganti rugi lebih besar daripada kerugian yang Anda derita.

Contoh :

Harga pasar kenderaan sebesar 100 juta rupiah, diasuransikan sebesar 100 juta rupiah. Bila terjadi musibah sehingga kenderaan tersebut :

1. hilang, dan harga pasar kenderaan saat itu :

-100 juta rupiah, maka Anda menerima danti rugi sebesar 100 juta rupiah

- 125 juta rupiah, maka Anda menerima ganti rugi sebesar nilai yang diasuransikan, yaitu 100 juta rupiah.

-75 juta rupiah, maka Anda menerima ganti rugi sebesar harga pasar, yaitu 75 juta rupiah.

2. Rusak akibat kecelakaan, maka biaya perbaikan, penggantian suku cadang, ongkos kerja bengkel, seluruhnya akan menjadi tanggung jawab kami hingga maksimum sebesar 100 juta rupiah.

Beberapa cara pembayaran ganti rugi yang berlaku :

pembayaran dengan uang tubai, atau

perbaikan, atau

penggantian, atau

pemulihan kembali.

Subrogation (subrogasi)

Prinsip subrogasi diatur dalam pasal 284 kitab Undang-Undang Hukum Dagang, yang berbunyi: " Apabila seorang penanggung telah membayar ganti rugi sepenuhnya kepada tertanggung, maka penanggung akan menggantikan kedudukan tertanggung dalam segala hal untuk menuntut pihak ketiga yang telah menimbulkkan ketrugian pada tertanggung"

Dengan kata lain, apabila Anda mengalami kerugian akibat kelalaian atau kesalahan pihak ektgia maka kami, setelah memberikan ganti rugi kepada Anda, akan menggantikan kedudukan Anda dalam mengajukan tuntutan kepada pihak ketig atersebut.

Contributin (kontribusi)

Anda dapat saja mengasuransikan harta benda yang sama pada beberapa perusahaan asuransi. namun bila terjaadi kerugian atas obyek yang diasuransikan maka secara otomatis berlaku prinsip tersebut.

Prinsip kontribusi berarti bahwa apabila kami membayar penuh ganti rugi yang menjadi hak Anda, maka kami berhak menuntut perusahaan-perusahaan lain yang terlibt dalam suatu pertanggungan (secara bersama-sama menutup asuransi harta benda milik Anda) untuk membayar bagian kerugian masing-masing yang besarnya sebanding dengan jumlah pertanggungan yang ditutupnya.

Contoh :

Anda mengasuransikan satu unit bangunan rumah tinggal seharga 100 juta rupiah kepada tiga perusahaan asuransi :

PT Asuransi A = Rp. 100.000.000

Pt Asuransi B = Rp. 50.000.000

PT. Asuransi C = Rp. 50.000.000

Total            = Rp. 200.000.000

 

Bila banguann tersebut terbakar habis (mengalami kerugian total) maka maksimum ganti rugi yang Anda peroleh dari :

PT. Asuransi A = Rp. 100.000.000 x Rp. 100.000.000 = Rp. 50.000.000

 

berarti jumlah ganti rugi yang Anda terima dari ke-3 perusahaan asuransi tersebut bukanlah Rp. 200.000.000 melainkan Rp. 100.000.000 sesuai dengan harga rumah sebenarnya.

Proximate Cause (Kausa Proksimal)

Apabila kepentignan yang diasuransikan mengalami musibah atau kecelakaan, maka pertama-tama kami akan mencari sebab-sebab yang aktif dan efesien yang menggerakkan suatu rangkaian peristiwa tanpa terputus sehingga pada akhirnya terjadilah musibah atau kecelakaaan tersebut.

Suatu prinsip yang digubakan untuk mencari penyebab kerugian yang aktif dan efesien adalah "Unbroken Chain of Events" yaitu suatu rnagkaian mata rantai peristiwa yang tidak terputus. Sebagai contoh, kasus klaim kecelakaan diri berikut ini :

Seseorang mengendarai kenderaan di jalan tol dengan kecepatan tinggi sehingga mobil tidak terkendali dan terbalik

korban luka parah dan dibawa ke rumah ssakit

Tidak lama keudian korban meninggal dunia

Dari eperistiwa tersebut diketahui bahwa proksimalnya adalah korban mengendarai kenderaan dengan kecepatna tinggi sehingga mobil tidak terkendali dan terbalik. Melalui kausa proksimal akan dapat diketahui apakah penyebab terjadinya musibah atau kecelekaan tersebut dijamin dalam kondisi polis asuransi ataukah tidak ?